Selasa, 11 Juni 2013

Refleksi minggu ketujuh

Dalam minggu perkuliahan ini, kami masih melakukan presentasi di dalam kelas. kelompok kami maju untuk mempresentasikan hasil ppt yang telah kami buat.
ppt kami yaitu tentang procedure text, yang terdapat skkd, material, example, dan evaluation yang dilengkapi dengan contoh jawaban jika benar atau salah akan ditunjukkan secara otomatis. Pada tombol materi terdapat materi tentang what is procedure text, purpose, text organization, language features.
pada example: how to make a cup of coffee.
pada questions: pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang how to make a cup of coffee.
Pada tombol example kita memberi contoh gambar nyata how to make a cup of coffee dan kami beri video supaya lebih menarik.materi ini lebih menarik bagi siswa karena biasanya untuk media-media yang digunakan masih sederhana, misalnya descriptive text, hanya menggunakan gambar. dengan menggunakan video untuk procedure text siswa menjadi lebih tertarik.
materi procedure text yang kami presentasikan yaitu untuk siswa SMP Muhammadiyah Jetis, kelas 1.
dipertemuan ini juga di jelaskan tentang materi yang dikumpulkan untuk penilaian saat UTS.

Refleksi minggu keenam

pada minggu ini, setiap kelompok mempresentasikan ppt yang telah dibuat sebelumya.
teman-teman dari kelompok lain maju presentasi hasil mereka. kami menanggapi hasil ppt yang telah mereka buat. contohnya kelompok yang mempresentasikan tentang materi bahasa arab, kelompok tersebut dalam pembuakaan /bagian awal menyapa dengan kata bahasa inggris di dalam ppt nya, seharusnya juga memakai bahasa arab, dan lain sebagainya. kami dari masing-masing kelompok saling memberikan masukan kepada setiap kelompok yang maju, di mana kelompok yang maju tersebut di moderatori oleh kelompok yang menjadi penilainya.
Refleksi minggu kelima

pada minggu ini materinya yaitu tentang visual principle, dengan bahan bacaan dari
(http://www.uni.edu/coe/ci/240-020/documents/visual_literacy.pdf) 
dan (http://www.spitzertech.com/w200/documents/week_03/visual_literacy.pdf)
dalam materi ini kami masih sedikit bingung dalam memasukan animasi di dalam slide yang telah kami buat,kami belum bisa memasukkan animasi di slide yang telah kami buat.  di kelompok kami membuat materi dengan menggunakan powerpoint, kami telah memasukan video, sound, dan kami kemudian memasukkan animasi ,setelah kami bisa memasukkan animasi di dalam ppt kami. kami telah membuat soal di dalam slide ppt kami. kelompok kami mengambil tema tentang procedure text tentang how to make a cup of coffee.
kemudian dari hasil yang telah dibuat oleh kelompok kami, maka di nilai oleh kelompok lain dan di kirimkan di email bapak Wahyu.
Refleksi minggu ke empat

dalam perkuliahan minggu ini kami membahas tentang ASSURE, kemudian setiap tim membuat analisis untuk persiapan pengembangan software pembelajaran.
kemudian ada salah satu tim yang maju untuk mempresentasikan model pembelajarannya yang telah di buat, kemudian di analisis menggunakan ASSURE model, grup yang tampil yaitu kelompok Diah Ayu M, Restu M, dan Neti Indri. kelompok tersebut belum sepenuhnya menggunakan ASSURE model dalam kegiatan pembelajarannya, kemudian bapak Wahyu, memberikan model pembelajaran menggunakan ASSURE model. dimana ASSURE model yaitu :

A.    DEFINISI MODEL ASSURE
ASSURE model adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi.
Sekarang ini para pengajar atau guru dihadapkan dengan tantangan bagaimana cara mengajar degan baik dan bisa diterima baik oleh para muridnya. Tentu saja ini bukan tantangan ringan, karena tiap pengajar dari tiap daerah mempunyai kelebihan dan kekurangan dari berbagai aspek pendidikan, entah itu fasilitasnya,
Jenis muridnya, dan lain-lain. Pengajar juga harus mempunyai strategi yang jitu untuk setidaknya membuat pengajaran menjadi mudah dan bisa diterima oleh siswa, karena sulit membuat pengajaran bisa diterima oleh semua siswaModel assure ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan ASSURE Model mempunyai beberapa tahapan yang dapat membantu terwujudnya pembelajaran yang efektif dan bermakan bagi peserta didik.

B. TAHAPAN MODEL ASSURE
1. ANALYZE LEARNER (Analisis Pembelajar)
a.  General Characteristics (Karakteristik Umum)
b. Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
c. Learning Style (Gaya Belajar)
2.  STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat. Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :
1.  Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.
2.  Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa.
3.  Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
4.  Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.
3. SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)
Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino. Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
4.     REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi dan media yang kita tampilkan.
1. Latihan Prnggunaan Teknologi
2.  Umpan Balik
5.  EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)
Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
1. Penilaian Hasil Belajar Siswa,
2.  Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
3.  Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.


C.     MANFAAT ASSURE MODEL DALAM PEMBELAJARAN
Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
1.      Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.
2.      Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.
3.      Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.

selain itu kami juga melakukan analisis bagi model pembelajaran yang kami lakukan menggunakan ASSURE model di SMP Muhammadiyah Jetis.
       
1.      Analyze learner
Karakteristik  siswa di SMP Muh  Jetis para siswa kebanyakan mempunyai  sikap yang aktif  dimana tidak bisa menyerap pelajaran jika dengan teacher centered. Maksudnya disini para siswa tidak bisa menerima pelajaran dikelas jika kegiatannya hanya mendengarkan ceramah guru  dikelas. Umur siswa yang masih tergolong belia  sekitar 13 – 14 tahun sangat memungkinkan siswa untuk ngobrol sendiri di kelas saat pelajaran di mulai, karena mereka belum memikirkan untuk apa kita belajar buat masa depan. Factor social, ekonomi mereka yang tergolong menengah ke bawah menyebabkan siswa tidak bisa belajar menggunakan media, misalnya internet. Siswa hanya mengandalkan catatan dari ceramah guru di kelas.
            Maka kami disini ingin memperkenalkan penggunaan media pembelajaran melalu IT sebagai penunjang proses KBM di kelas bahasa inggris. Supaya mereka lebih tertarik untuk mengikuti proses KBM. Media yang digunakan SMP tersebut masih sederhana  misalnya pembelajaran writing  guru menggunakan media gambar yang diperoleh dari media cetak seperti majalah atau Koran.
            Gaya belajar yang dimiliki setiap siswa SMP Muh Jetis berbeda. Menyebabkan ketertarikan dalam proses belajarpun berbeda. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, 3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.
2.      State Objective
Menjadikan siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di kelas. Karena kita tau bahwa pelajaran bahasa inggris adalah salah satu dari mata pelajaran yang di takuti siswa.
Siswa mampu memahami makna procedure text yang kita putar menggunakan video.
Siswa mampu mendeskripsikan kembali procedure text yang kita putar menggunakan video.
Siswa mampu menulis procedure text sesuai contoh.
3.      Select Media and Materials
•         Media
Media yang akan kami gunakan adalah classroom. Pengaturan ruang kelas di SMP Muhammadiyah Jetis Bantul, memungkinkan penggunaan berbagai metode pelatihan, misalnya video, ceramah, simulasi, dan diskusi. Seperti  pengaturan tempat duduk, lingkungan yang kondusif untuk belajar.   Tetapi ada hal yang menurut kami menghambat proses belajar siswa yaitu ruang lab bahasa yang dijadikan satu dengan lab computer. Tetapi disini kami mengembangkan dalam penggunaan media dan  memilih menggunakan media pembelajaran menggunakan video. Supaya anak – anak tertarik untuk mengikuti proses KBM dengan baik, sehingga siswa mampu mengembangkan skill yang mereka miliki.

•         Materi
Materi yang akan kami sampaikan seputar procedure text. Seperti mendeskripsikan how to make something. Dalam hal ini kami mengembangkan materi yang ada dimana kami mengkhususkan tema yang dibahas seperti mendescripsikan “how to make a cup of coffee” supaya siswa lebih focus memahami isi dari materi yang kami sampaikan.
4.      Utilize Media and Materials
Kegiatan ini kami lakukan dilab komputer karena lab bahasa itu dijadikan satu dengan lab bahasa. Kami mengkondisikan siswa telah mengetahui materi yang telah diajarkan sebelumnya jadi siswa telah mengetahui dasar dari penayangan video tersebut.
5.      Require Learner Participation
Kami menayangkan video pembelajaran mengenai procedure text. Tetapi sebelum kita mulai menayangkan video how to make a cup of coffee kami mengkondisikan siswa untuk benar – benar siap mengikuti proses KBM menggunakan media. Kemudian ,  siswa di minta untuk memperhatikan dengan melihat dan memahami video yang kita putar diruang lab komputer. Kemudian siswa dan guru berdiskusi tentang isi dari video tersebut dan salah satu siswa diminta untuk memberi pendapat tentang isi dari video tersebut. 
6.       Evaluate and Revise
Dalam hal ini pemilihan video sebagai media sangat efektif  dimana dapat membantu siswa dalam pemahaman isi materi yang disampaikan. selain itu tujuan pembelajaran juga lebih tersampaikan dengan baik. Disisi lain perhatian siswa lebih tertuju pada video yang ditampilkan. Namun, jika dilihat dari segi kebahasaan jika siswa tidak mempunyai banyak kosa kata yang mereka ketahui akan menghambat dalam penguasaan isi dari materi tersebut.

             Jadi media video ini efektif untuk siswa dimana dapat membantu memahami isi materi walau tidak semua dapat dipahami. Setidaknya siswa tahu melalui  video tersebut. Penilaiannya melaui sejauh mana pemahaman siswa dalam menerima materi yang disampaikan. Diakhir sesi pembelajaran,guru dan siswa berdiskusi tentang kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi selama penayangan video tersebut, jadi bisa digunakan untuk pengembangan  pembelajaran selanjutnya.


kajian pembelajaran kelas B

No. Kelompok : 15

Rondiyah (10004088)
Eni Sujiyati (10004081)
Rosadillah Rahayu ( 10004098 )

Judul Media Pembelajaran : classrooms

Jenis : video

Kelebihan : penggunaan media pembelajaran ini akan lebih menarik bagi pembelajaran bahasa inggris untuk anakanak SMP, di sini adalah SMP Muhammadiyah Jetis, Bantul. dengan penggunaan media ini akan mendorong anak dalam meningkatkan penguasaan terhadap pelajaran bahasa inggris karena mereka dapat menikmati penggunaan video yang content nya bahasa inggris. mereka dapat belajara bahasa inggris tanpa tergantung pada gurunya, jadi di sini guru hanya sebagai fasilitator bukan sebagai centered teaching.

Kekurangan : dalam penggunaan video ini kekuranngannya adalah mereka akan lebih terfokus pada gambar pada video, bukan pada penggunaan bahasa yang terdapat pada video tersebut.


Cocok untuk kondisi siswa :
1. langkah ini cocok untuk mereka karena adanya juga fasilitas yang mendukung dalam penggunaan media dengan menggunakan video tersebut, siswa SMP Muhammadiyah akan lebih menikmati pembelajaran bahasa inggris melalui media ini.
Refleksi minggu ketiga

pada minggu ini, setiap kelompok yaitu 2 kelompok, bercerita tentang pengalaman observasi ke sekolah dan menunjukkan bahan-bahan yang telah didapatkan dan setiap tim diskusi mengkaji materi yang telah didapatkan terkait dengan teori. 
hal yang di diskusikan yaitu terkait dengan, mata pelajaran yang diambil untuk di buatkan media pembelajaran, kesan terhadap sekolah yang telah dikunjungi, alasan terhadap pemilihan materi, media yang telah di gunakan oleh sekolah tersebut dalam mata pelajaran yang diambil, persiapan dalam pembuatan media pembelajaran bahasa inggris bagi siswa.
setelah kami berbagi tentang kegiatan observasi ke sekolah yang telah kelompok kami, yaitu kelompok 15, kemudian kami membaca tentang materi instructional design-media, strategies, &methods, dengan alamat (http://plato.stanford.edu/entries/feminism-approaches/), kemudian kami membuat analisis. kami memilih media classroom untuk kegiatan pembelajaran di kelas bagi siswa SMP Muhammadiyah Jetis. dalam media ini yaitu terdapatnya, video, lecture, simulation, and discussion. kami memilih video sebagai media pembelajaran yang kami gunakan, yaitu kami mencontohkan tentang how to make a cup of coffee, jadi di sini dalam pembelajaran bukan hanya terpusat pada guru, guru hanya sebagai fasilitator saja di dalam kelas, bukan sebagai teacher centered.


pada minggu berikutnya kami mengunjungi SMP Muhammadiyah Jetis kembali, untuk bertemu dengan Ibu Amin, selaku guru mata pelajaran bahasa inggris. setelah kami bertemu dengan beliau kemudian kami melihat dan meminta silabus yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa inggris di SMP Muhammadiyah Jetis, metode yang telah diguanakan, jumlah siswa untuk masing-masing kelas, dan fasilitas yang ada. kami mengambil materi untuk kelas satu, materi-materi yang telah diajarkan yaitu macam-macam jenis text bahasa inggris, metode yang dilakukan, untuk text deskriptive melalui gambar, jumlah masing-masing kelas ada 1 untuk kelas 1, 1 untuk kelas 2, dan satu untuk kelas 3, dan fasilitas yang telah ada untuk mendukung kegiatan yaitu lab untuk komputer, LCD.