Selasa, 11 Juni 2013

Refleksi minggu kedua 

pada refleksi ini dijadikan sebagi minggu pertama sebagai mata kuliah IT, karena pada minggu sebelumnya /minggu pertama perkuliahan belum masuk mata kuliah IT.
pada kegiatan ini, kami melakukan pembentukan , pada kegiatan pembentukan kelompok ini kami telah memutuskan untuk melakukan survey di sekolah smp yang berada di jetis, yaitu SMP muhammadiyah jetis, sebagai sekolah yang kami pilih untuk kami lakukan survey dan kami kunjungi kemudian segera kami tindaklanjuti untuk bertemu dengan salah satu guru bahasa inggris, karena mata pelajaran yang kami ambil untuk kami lakukan tindak lanjut yaitu mata pelajaran bahasa inggris. di SMP Muhammadiyah kami bermaksud bertemu dengan guru bahasa inggris pada tanggal 15 Maret 2013, tetapi belum ada kesempatan untuk bertemu dengan beliau, tetapi kami telah mendapat ijin untuk melakukan survey di SMP Muhammadiyah Jetis.
Refleksi minggu kedua

Pada perkuliahan minggu kedua, telah ada pembahasan yang terkait dengan materi IT, dan Bapak Wahyu memberikan arahan kepada semua mahasiswa untuk membentuk kelompok, dalam satu kelompok terdiri dari 3 orang kemudian mendaftarkan kelompok tersebut ke (alfheuad.indonesianforum.ne), dan setiap mahasiswa secara individu memiliki blog untuk tugas portofolio, jadi setiap tugas di tulis di dalam blog sebagai tugas portofolio.
dalam perkuliahan minggu kedua ini Bapak Wahyu Pujiono memberikan tugas secara berkelompok yang telah di bagi, satu kelompok terdiri 3 orang untuk melakukan survey ke sekolah untuk meminta materi dari guru terkait dengan komponen domain dari IT. Rangkuman hasil pencarian materi,kemudian diposting di blog setiap anggota kelompok.
refleksi minggu pertama
belum ada kegiatan perkuliahan yang di lakukan / belum ada pertemuan, jadi belum ada pembahasan tentang mata kuliah yang terkait dengan mata kuliah IT.

Senin, 08 April 2013

 notulen by: Rondiyah
Instructional technology (Does Technology Hinder or Enhance Learning & Teaching)

Group 2 (pro)
Hayudi
Syam
Fuad

First speaker: Hayudi
Word key:Technology dan proses belajar mengajar
Technology merupakan salah satu kearifan untuk mendukung usaha mereka
Belajar mengajar ialah proses timbal balik antara guru dan murid
Teknologi sedang mendunia, kehidupan di kuasai teknologi
Apakah tek mendukung proses belajar mengajar??
Apakah guna teknologi? Sarana yang membantu proses belajar mengajar agar lebih mudah
Ex: membuat media pembelajaran
1. untuk mempermudah agar siswa mudah memahami)
2. mempersingkat waktu, ex: kegiatan nasional(self our time)
3. teknologi berkembang pesat,
Sanggahan
Ayu: tidak setuju, menjadi tidak komunikatif jika menggunakan IT dalam belajar pembelajaran
Tanggapan
Hayudi: IT tergantung pada user (apakah di gunakan dengan baik dan benar)
Ayu: user yang bagaimana user yang baik? user tidak bisa menggunakan fasilitas?
Hayudi: perlu kesadaran, it depends of users.
Belajar
Memanfaatkan teknologi dengan benar
Neti: masalah dengan money?
Hayudi: 1. Adanya Campur tangan pemerintah
Neti : kehidupan ekonomi yang berkaitan dengan mahasiswa tentang teknologi? Teknologi membutuhkan uang?
Tanggapan
Hayudi: tidak bisa berjalan dengan baik
Fuad : kebutuhan paling utama yang perlu dipikirkan(kebutuhan pokok), tidak harus memiliki IT, bisa belajar dengan yang punya (kolega). Untuk masalah money perlu sebuah proses.
Tanya
Ayu: keuntungan IT, dimana letaknya dalam proses belajar mengajar( IT trsebut)?
Suatu daerah yang masih agak terbelakang, bagaimana masalah IT pada daerah tersebut?
Tanggapan
Syam : penggunaan LCD dan Laptop di dalam kelas, lebih memudahkan proses belajar mengajar di dalam kelas, lebih menarik.
Teknologi tidak harus barang yg berupa elektronik, tetapi alat yang mempermudah usaha masyarakat, ex : membajak sawah dengan kerbau.
Neti: sempoa apakah teknology?
Fuad : teknologi bukan hanya teknologi canggih tapi ada teknologi sederhana, perlu sebuah proses, asalkan teknologi sederhana tersebut masih bisa digunakan.
Tanya
Neti: penyalahgunaan teknologi yang salah bagi anak? Jika ortu sibuk, why dengan penyalahgunaan teknologi pada anak?
Sanggahan
Fuad: Perlu peran ortu, guru dan lingungan.
Syam: peran ortu, jika ortu bussy, maka perlu peran orang lain untuk membatasi penggunaan tek.
Neti: jika anak punya laptop sendiri?
sanggahan
Hayudi: ortu sudah salah dalam pengawasan terhadap anak
Kesimpulan (hayudi) “apa sih teknologi itu”?
1.alat yang mempermudah kerja manusia
2. teknologi membuka wawasan yang lebih luas
3. teknologi dapat mendukung proses pembelajaran di kelas

comment:
harapan dari penggunaan IT memang sangat berperan penting dalam kaitanya dengan belajar pembelajaran, tapi perlu diperhatikan dengan jeli penggunaannya, dari debat yang telah di laksanakan sangat mengguggah yang berkaitan dengan kritisisasi penggunaan IT, bagaimana perkembangan IT, bagaimana penggunaan IT yang di salahgunakan, bagaimana mengoperasikan IT, bagaimana dengan daerah2 yang belum terjamah dengan IT, it's become problem, it's a big problem, maka peran pemerintah sangat penting, masalah ekonomi sangat penting dalam perkembangan IT. so, dari debat pro dan kontra masing2 pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dari penggunaan IT sendiri Smile Smile

Minggu, 07 April 2013

Visual Design Elements


•Six integral components used in the creation of a design:
•Line
•Color
•Form/Shape
•Space
•Texture
Value

Line
Types
•Vertical- Represents dignity, formality, stability and strength.
•Horizontal- Represents calm, peace and relaxation.
•Diagonal- Represents action, activity, excitement and movement.
•Curved- Represents freedom, the natural, having the appearance of softness and creates a soothing feeling or mood.


Balance
Parts of the design are equally distributed to create a sense of stability.
There can be physical as well as visual balance.
Types
•Symmetrical or Formal Balance
•Asymmetrical or Informal Balance
•Radial Balance
•Vertical Balance
•Horizontal Balance
Rhythm


Repeated use of line, shape, color, texture or pattern.
Types
•Regular rhythm
•Graduated rhythm
•Random rhythm
Gradated rhythm






  IT MINGGU KE 3
DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA
A.    Alasan teoritis pemilihan media
Media merupakan salah satu komponen utama dalam pembelajaran selain tujuan, materi, metode dan evaluasi, maka sudah seharusnya dalam pembelajaran guru  menggunakan media. Proses pemilihan media menjadi penting karena kedudukan media yang strategis untuk keberhasilan pembelajaran.
Alas an pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah system yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika kita lihat prosedur pengembangan desain instruksional maka diawali dengan perumusan tujuan instruksional khusus sebagai pengembangan dari tujuan instruksional umum, kemudian dilanjutkan dengan menentukan materi pembelajaran yang menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran serta menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik siswa. Untuk menentukan hasil belajar guru melakukan evaluasi.
B.     Alasan praktis pemilihan media
Alas an praktis berkaitan dengan pertimbangan – pertimbangan dan aasan si pengguna seperti  guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman ( 1996 : 84 ) sebagai berikut :
a.       Demonstration
Media digunakan sebagai alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dll. Media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran, misalnya seorang dosen sedang menerangkan teknik mengoperasikan OHP, pada saat menjelaskan menggunakan alat peraga berupa OHP, dengan cara mendemonstrasikan dosen tersebut menjelaskan, menunjukkan dan memperlihatkan cara – cara pengoperasian OHP.
b.      Familiarty
Penggunaan media pembelajaran memiliki alas an pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisadan untuk mempelajarinya membutuhkan wakt, tenaga dan juga biaya, sehingga terus menerus ia menggunakan media yang sama.
c.       Clarity
Alasan ketiga kenapa guru menggunakan media adalan untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih banyak guru tidak menggunakan media  dan metode yang digunakan masih dengan model ceramah. Cara yang seperti ini memang tidak menyusahkan guru. Guru tidak perlu repot – repot mencari media. Tetapi dengan menguasai materi guru bisa menyampaikan materi, namun apakah cara pembelajaran seperti ini akan berhasil? Cara pembelajaran seperti ini cenderung akan verbalitas, yaitu pesan yang disampaikan guru tidak sama dengan persepsi siswa, mengapa hal ini bisa terjadi? Karena informasi tidak bersifat konkrit.
d.      Active learning
Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan aktif baik secara fisik, mental dan emosional. Dalam prakteknya guru tidak selamanya mampu membuat siswa aktif hanya dengan cara ceramah, Tanya jawab dll. Namun diperlukan media untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Menurut Lesle J. Briggs (1979) menyatakan bahwa media adalah ‘ alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar.
Keberadaan media dapat diperoleh dengan cara memanfaatkan yang sudah ada, baik media realia yaitu media alami yang tersedia di alam sekitar. Media juga dapat diperoleh dengan cara pembelian. Membeli berarti tidak terjadi proses desain oleh pengguna, media yang sudah ada lamgsung dimanfaatkan oleh pengguna.
KRITERIA PEMILIHAN MEDIA
A.    Kriteria umum pemilihan media
Sudah dijelaskan diatas dasar pertimbangan dalam pemilihan media adalah dapat terpenuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan pembelajaran, jika tidak sesuai kebutuhan dan tujuan maka media tersebut tidak digunakan. Mc.M.Connel ( 1974) “ if the medium fits use it’’. Tetapi daam penggunakaannya tidak semudah itu diperlukan satu pengkajian yang mendalam untuk sampai ketepatan dalam memilih media.
Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Namun demikian secara teoritik bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran. Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang kajiannya akan sangat dipengaruhi beberapa kriteria umum sebagai berikut:
·         Kesesuaian dengan tujuan
·         Kesesuaian dengan materi
·         Kesesuaian dengan fasilitas
·         Kesesuaian dengan karakteristik siswa
·         Kesesuaian dengan gaya belajar
·         Kesesuaian dengan teori
B.     Kriteria kusus pemilihan media
Daam memilih media pembelajaran yang tepat dapat kita rumuskan dalam satu kata ACTION, yaitu
·         Access
Kemudahan akses menjadi pertimbangan dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan oleh murid. Itu perlu kita perhatikan.
·         Cost
Biaya juga harus dipertimbangkan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita, pada umumnya media canggih biasanya cenderung mahal. Tetapi media yang efektif tidak selalu mahal, jika guru kreatif dan menguasai betu materi pelajaran maka akan memanfaatkan objek – objek untuk dijadikan sebagai media sengan biaya yang murah namun efektif.
·         Technology
Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tapi kita perlu perhatikan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannnya. Jika kita ingin menggunakan audio visual di kelas. Kita perlu mempertimbangkan, apakah ada listrik, voltase listrik cukup dan sesuai .
·         Interactive
Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas.
·         Organization
Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Apakah pimpinan sekolah mendukung,dll.
·         Novelty
Kebaruan dari media yang anda pilih juga harus menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi siswa.
PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
A.    Format pemilihan media
Arif Sadiman ( 1996:87) mengemukakan dua format pemilihan media, yaitu Flowchart, matrik dan Checklist. Format flowchart menggunakan system pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan, jika salah satu ber-opsi tidak maka gugur dan berpindah pada langkah selanjutnya. Format matrik menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Format checklist sama dengan format matrik, yaitu menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Penggunaannya dilapangan banyak digunakan model checklist.
B.     Format flowchart
Pembelajaran di sekolah dasar sudah dimungkinkan untuk menggunakan pembelajaran mandiri, misalnya dengan menggunakan CD pembelajaran interaktif dengan kemasan sederhana dan pengawasan dari guru.
C.     Format Matriks
Format ini berbentuk kolom yang mengkaitkan dan mencocokkan satu variable media dengan variable lainnya. Misalnya jenis media yang akan dipilih di lihat kondisinya dengan variable lain seperti sifatnya, kelebihannya, fungsinya, penggunaannya dll.
D.    Format Checklist
Format evaluasi terhadap media dapat menggunakan checklist, sesuai dengan istilah checklist maka kita tinggal memberikan penilaian dengan memberi tanda dan memberi nilai pada rentang penilaian media.
PERBANDINGAN MODEL ASSURE DENGAN ADERSON
No. Kelompok : 15

Rondiyah (10004088)
Eni Sujiyati (10004081)
Rosadillah Rahayu ( 10004098 )

Judul Media Pembelajaran : classrooms

Jenis : video

Kelebihan : penggunaan media pembelajaran ini akan lebih menarik bagi pembelajaran bahasa inggris untuk anakanak SMP, di sini adalah SMP Muhammadiyah Jetis, Bantul. dengan penggunaan media ini akan mendorong anak dalam meningkatkan penguasaan terhadap pelajaran bahasa inggris karena mereka dapat menikmati penggunaan video yang content nya bahasa inggris. mereka dapat belajara bahasa inggris tanpa tergantung pada gurunya, jadi di sini guru hanya sebagai fasilitator bukan sebagai centered teaching.

Kekurangan : dalam penggunaan video ini kekuranngannya adalah mereka akan lebih terfokus pada gambar pada video, bukan pada penggunaan bahasa yang terdapat pada video tersebut.


Cocok untuk kondisi siswa :
1. langkah ini cocok untuk mereka karena adanya juga fasilitas yang mendukung dalam penggunaan media dengan menggunakan video tersebut, siswa SMP Muhammadiyah akan lebih menikmati pembelajaran bahasa inggris melalui media ini.